April 26, 2006

Working Smart Using Template

Aku dari kecil menyandang predikat “lelet” di keluargaku. Emang iya si, sampe sekarang ^_^.
That’s why, aku gak suka mengerjakan sesuatu jauh sebelum dead line, soalnya gak pernah akan puas dan ngutek-ngutek ituuu aja *hii alesan. Padahal aku paling jengkel kalo pesan sesuatu misal makanan dengan pelayanan yang super lelet ato gak tangkas.

Sebenarnya dari dulu aku suka merhatiin mereka yang kerjanya cepat dan hasilnya OK, kok mereka bisa ya. Misalnya bapak penjual nasi goreng kaki lima yang model gerobak dan rasanya hampir seragam di mana-mana. Padahal mereka gak tergabung dalam 1 franchise ya? :D .
Mereka harus memasak dulu tiap kali ada pesanan. Tapi kok cepat? Ternyata strategi penempatan barangnya yang bagus, bumbunya di kiri, tempat sampah sisa penggorengan di sebelah kanan depan, dll. Lalu yang terpenting bumbunya mereka sudah hapal, takarannya seberapa jadi gak perlu dicicipi lagi setelah menggoreng. Na, takaran tadi bagi si bapak ini sebuah template. Apalagi sebuah franchise makanan cepat saji mereka pasti memiliki sebuah template dan aku senang sekali melihat pelayan-pelayan yang tangkas nan rapi di gerai-gerai franchise seperti ini :) .

Oh ya, aku dulu penasaran sama “guru” ku katanya dia bisa menyelesaikan sebuah project dalam 1 minggu. Ih masa si, gimana kerjanya? Padahal kalo aku minimal 1 bulan baru selesai.
Ya ternyata pake template juga. Kadang pake template orang lalu dikembangin, kadang buat template sendiri. Pantes cepet, kenapa aku gak dari dulu-dulu kalo kerja pake template?.

Ngomong-ngomong template, mereka yang senang buat template slide, template web, oh ya Microsoft office yang sering dipake juga template(kata dosen Otomasi Perkantoran ^.^), template apa lagi ya.. kalo makanan template mi instan :D , template bumbu-bumbu, kalo baju, template jilbab praktis tapi bisa resmi jadi gak perlu nata-nata make peniti, dll. Ternyata banyak peminatnya. Jadi.. bagi yang suka bisnis jual “template” aja :D . Karena dengan template kita tidak berlama-lama dengan pekerjaan transactional ;) .

April 21, 2006

Perempuan?

Kartini Day, sebuah hari mengingat keperempuanan kita.

Hari ini kayaknya mahasiswi-mahasiswi kampusku akan dipulangkan jika masuk kampus gak pake rok kayak tahun-tahun lalu. Di tempat lain, digelar wanita-wanita mengenakan kebaya.

Sekarang sudah bukan jamannya berbicara emansipasi wanita, karena wanita sudah banyak yang keluar dari dapur dan emansipasi sering disalah artikan demi kenyamanan wanita. Jadi sekarang hari Kartini hari mengingat bagaimana berdandan sebagaimana wanita yang semestinya :p.

March 27, 2006

Pencumburu??

Bagi yang sudah merid, masih cemburu gak kalo pasangannya keluar sama orang lain berduaan entah dalam rangka urusan kantor ato lainnya?. Bagi yang belum merid, cemburu gak kalo ibunya boncengan sama orang lain yang bukan sodara ato suaminya? Bagi yang punya adik perempuan, cemburu gak kalo adiknya diapelin sama teman cowoknya dikasih coklat trus dalam keadaan berbunga-bunga diajak ke area remang-remang apapun itu tempatnya?? Kalo kamu masih punya perasaan cemburu, selamat bung! Anda masih punya perasaan sayang sama orang-orang terdekat anda :) .

Dulu mungkin masih banyak yang sangat posesif pada pasangannya, seolah-olah pasangannya itu ibarat kue kesayangan yang gak mau sedikitpun dicuil dan dicicipi oleh orang lain. Tapi sekarang mungkin mereka sedikit malu untuk bersikap posesif seperti itu, dan akhirnya meminimalisir perasaan cemburu. Contoh saja seorang aktris yang beradegan intim dengan aktor lain, suaminya ketika ditanya publik dengan alasan seni dan profesionalisme tidak merasa cemburu malah mendukung. Contoh lain seorang ibu mengijinkan putrinya yang masih belia berpacaran, kasian dunk bu kecil-kecil tubuhnya dah ada bekas tangan-tangan gak bertanggungjawab :) .

Coba lihat orang-orang yang menganut paham “kebebasan” ekstrimnya gini, mereka kalo memperkenalkan istrinya: “Hey, this is Grace my sexy wife!” :P . Teman, jika suami/istri menumbuhkan perasaan cemburunya lagi, Bapak/Ibu menumbuhkan perasaannya cemburunya, kakak/adik menumbuhkan perasaan cemburunya juga maka masing-masing akan saling menjaga diri. Dan inilah sebuah perasaan manusiawi yang dipelihara kembali bisa menjadi solusi untuk mencegah kerusakan moral saat ini. Bagaimana menurut anda? :)

–intisari pesan diambil dari sebuah kajian ahad tgl 26-3-2006

March 20, 2006

Reorganize Milis

Ikut milis itu tergantung mood. Dulu aku suka baca-baca yang nyastra, akhirnya ikut Sastra Pembebasan. Lumayan aktif, buktinya beberapa orang hafal sama nickname imelku. Tapi karna satu saat aku cuek dengan milis ini, jadinya tiap hari cuma menghapus inbox yang rata-rata per hari 300 imel. Begitu juga dengan FLP, it-center, pernikahan, beasiswa, dll.

Berganti mood, aku pengen join ke imel komunitas SMUku dulu, wikusama sama asrama8. Selalu, awal-awal ikut debat-debat, ikut rame-rame, akhirnya cuek lagi ^-^. Kemarin unsubscribe milis FLP yang rameeee banget dengan penulis-penulis fiksi Islami yang santun, trus imel zamanku yang debat gak berujung aduuh pusing aku soalnya isinya juga saling memaki gak karuan, dan milis-milis yang lain. Semua tak ganti milis belajar-memasak :D sama IslamNet soalnya ruhaniku mulai kering.

Bagaimana dengan anda? suka ganti-ganti milis juga ya? :) sama donk…

March 10, 2006

Memperkenalkan Tazkia

weblog tazkia: taman dzikir ilmu agama

Sebuah catatan maya dari forum kecil tempat saling memberi tausiyah dan menyirami ruhani yang sering lelah dan kerontang :-) .

Buat non anggota tazkia, bisa memberi feedback terhadap apa yang telah kami tulis, pembenaran-pembenaran dari blogger sangat berarti bagi kami :)

Selamat menjelajahi “rumah” mungil kami, Tazkia :)

February 27, 2006

Tidak [Ingin] Mendzalimi Orang Lain

Hari Minggu kemarin mauku mengambil sisa barang di kost and say good bye (pamit) to Bapak-Ibu kost, tapi ternyata Bapak-Ibu kost sedang tidak ada di rumah. Ya sudah, kemarin akhirnya hanya mengosongi kamar biar nyaman dihuni oleh anak kost baru. Karna buru-buru, sempet terbesit niat ninggalin sampah-sampah kertas 1 kresek gede dan 1 kresek sedang. Tapi rupanya sang malaikat baik berbisik: “Ayo nike, buang ke tempatnya. Orang yang ditinggalin dalam keadaan seperti ini pasti gondok!”. He he, akhirnya aku bawa keluar deh sampah tadi. Tapi… hujan rintik-rintik mulai turun, terbersit lagi niat ninggalin 2 sampah ini ke tong sampah milik tetangga. Trus aku bilang ke teman karibku, “Boleh gak ya kira-kira nitip sampah ini ke tong itu… ^_^ “. Teman karibku bilang, “Udah full gitu loo…”. Wahhaaaa akhirnya brangkat deh kita ke tempat pembuangan sampah yang gak seberapa jauh sekitar 500 meter :D .

Ah, untuk berbuat baik tidak mendzalimi orang lain saja susahnya kok bukan main. Bisikan-bisikan nakal seperti, “biarin ah.. sekali-sekali aja kok ^_^”. Yang paling berat adalah bagaimana kita tetap bisa berbuat baik pada orang lain tapi orang tersebut berbuat sebaliknya pada kita. Nah, semua itu kembali pada keimanan seseorang. Jika dia ikhlas, jika dia ridha maka semua akan dijalani dengan senang hati. Jadi benar sekali jika ingin menguji keimanan seseorang, salah satunya adalah dengan bertanya kepada tetangganya apakah dia nyaman atau tidak bertetangga dengannya :-) . Efek dari kenyamanan orang lain pada kita adalah sebuah kepercayaan, apapun perkataan baik kita pada orang lain akan disambut dengan senang hati karena mereka telah menilai pada akhlak kita.

Ngomong-ngomong masalah tetangga dan kepercayaan. Dalam sebuah diskusi kajian hari Minggu kemarin, diceritakan seorang mahasiswa(ikhwan) yang kost/kontrak di kampung sekitar kampus ITS seringkali berpartisipasi dalam kegiatan kampung entah itu hanya dengan mengangkat kursi!. Yang pada akhirnya masyarakat mempercayai sosoknya dan dinobatkan menjadi Ketua RT :D . Jadi ketua RT itu gak gampang lo, apalagi bagi mahasiswa yang tidak tinggal menetap dimana keberadaan mereka kurang begitu dianggap exist dibanding dengan mereka yang sudah berkeluarga juga kebanyakan mahasiswa itu cuek dengan kepentingan warga, “bukan urusanku si, kan aku bukan orang sini, lagian aku udah terlalu sibuk dengan organisasi, tugas, praktikum, seminar dll :p”.

My hubby ever said, “Ke bu Mus gih ngurusin perjanjian kontrakan masa aku terus.. ntar pak Mus cemburu lo :p. Kamu itu belajar bersosialisasi, di sini tu yang aktif Ibu-Ibunya. Ntar kamu tak jadin Ibu Ketua RT =))”.

November 17, 2005

Ikhwan wa Akhwat fillah

Tulisan ini mengcounter dari sebuah milis yang sedang meributkan eksistensi Bapak Ketua MPR kita saat ini Bapak Hidayat Nur Wahid dan kader PKS. Saya tidak perlu membahas lebih mendetail mengenai apa yang sedang diributkan. Saya tertarik pada salah satu komentar member yang tiba-tiba menyangkut-pautkan pada masalah bahasa, komentarnya seperti ini:

Pesan untuk para kader PKS, saya terus terang kurang ’sreg’ pada penggunaan
kata ‘ana’, ‘antum’,’ ‘afwan’, ‘ikhwah’. Seolah mereka tak lahir, hidup dan
berpijak di Bumi Nusantara. Apa tidak ada kata padanannya dalam Bahasa
Indonesia? Atau mereka pelan-pelan ingin membawa negeri ini agar bernuansa
padang pasir? Janganlah, kasihan Ibu Pertiwi!

Wahahaha, bagus dan lucu sekali kritiknya! Tapi tiba-tiba saya terdiam. Gimana tidak diam, itu berarti saya menertawakan diri sendiri! Maksudnya, saya juga berada di dalam komunitas yang sering menggunakan istilah-istilah asing seperti ini. Bukan hanya dalam kader PKS, tapi kebanyakan di komunitas jilbaber. Meski saya sendiri gak terlalu banyak menggunakan istilah arab, lah emang belum bisa bahasa arab :( . Menurut hemat saya, dalam sebuah komunitas tertentu terkadang mereka mempunyai sebuah bahasa atau pakaian atau nama yang menjadi sebuah keunikan yang membedakan dengan komunitas lain. Bagaimana pengaruhnya terhadap lingkungan sosialnya? Hmm… apapun pekerjaannya hasilnya tergantung dari niat! ;) .

Seperti kasus penggunaan bahasa pada kader PKS tersebut, jika berniat hanya untuk menjaga keeksklusifan kelompoknya atau sekedar ikut-ikutan baru ini dibilang salah. Mengapa sedikit-sedikit menggunakan bahasa arab? Dari pengamatan dan berbincang-bincang langung dengan salah satu kader, penggunaaan istilah-istilah arab ini dimaksudkan untuk membuat atmosfir lingkungan yang lebih akrab. Terkadang kalo kita bertemu dengan sesama orang jawa kita akan lebih senang dan akrab bila menggunakan bahasa jawa meski sedang berada di pulau madura. Contoh lain, kalo kita bertemu dengan orang yang sama-sama suka berPerancis ria kita akan lebih senang jika bisa praktek bahasa Perancis. Dan kebanyakan orang menggunakan hal-hal unik tersebut HANYA pada komunitasnya.

Makna yang lebih dalam dari penggunaan istilah arab ini(menurut salah satu kader), diantaranya begini:
Ungkapan ukhti(perempuan), akhi(laki-laki) yang berarti saudaraku dimaksudkan bahwa dalam Islam itu tidak ada perbedaan derajat seperti panggilan “mbak”, “mas”,”adek” karena derajat manusia di hadapan Allah sama yang membedakan itu ketakwaannya. Dan panggilan saudaraku lebih pada ikatan Ukhuwah Islamiyah. Lantas kalo make padanannya, masa mo manggil “saudaraku”. Wiii jadi kayak pujangga lak an :D . Trus lagi, katanya si… ustad-ustad yang ingin menjaga bahasa arabnya lebih sering menggunakan istilah arab, dan itupun terbatas sesama ustad dan di lingkungan yang sama-sama mengerti.

Jadi penggunaan istilah-istilah tertentu yang pada tempatnya tidak patut disalahkan bukan?. Meski begitu, bahasa Ibu pertiwi tidak akan punah kok ;) .

November 9, 2005

Sakit Kecapekan

Buat semua, selamat kembali beraktivitas ^_^. Yuk bangun dari mimpi indah :D .
Tadi pagi habis halal bihalal dengan teman sekantor, mampir ke kantor sebelah. Eh mbak penita gak masuk, katanya sakit kecapekan. Wow! Seperti apa itu sakit kecapekan? Kemaren-kemaren aku juga sempet K.O, pokoknya lemess mual dan makan apa aja jadi pahit. Apa itu juga sakit kecapekan?. Trus mas nico yang ngasih kabar kalo mbak penita sakit kecapekan, juga terlihat lemess… kalo bicara suka diseret-seret gak kuat melek. Hi hi sakit kecapekan juga ya? Oh ya ada lagi ni, mbak kostku baru dateng tadi pagi jam 3. Pas tak samperin juga gak kuat melek tapi tetep kekeh mo brangkat kerja jam 1/2 8. Wah hati-hati lo mbak, ntar sakit kecapekan juga ;) .

Kenapa sakit kecapekan gak punya nama yang bagus? Sekalian aja, cari nama latinnya biar lebih terdengar ilmiah ^_^. Hmmm, sebenarnya apa si sakit kecapekan itu? Ada si temanku yang paling suka mendefinisikan segala macam penyakit dengan istilah sakit kecapekan. Pernah satu saat dia ‘menuduh’ sakit kecapekan, eh gak taunya yang dituduh sakit Demam Berdarah :p.

Eniwe, buat yang lagi sakit kecapekan semoga lekas sembuh biar bisa maen-maen lagi…

October 29, 2005

Meributkan gaji

Wii, bagus-bagus. Di mana-mana membeber gaji orang. Di milis wikusama berkali-kali diributin, salah satunya ada yang memberi referensi di Detik.com.

Ya, maklumlah katanya si Duta Sheila on7 kita ini generasi Patah Hati.
Hati dah ancur-ancuran dah remuk, jadi apalagi yang patut diributin selain, “enak aja ngedein perut sendiri, gak tau perut rakyat pada kering!”. Ah orang-orang, mereka kan juga kerja. Pejabat juga manusia :D

Hmm, ada tidak profesi di negeri tercinta ini yang dihargai layaknya profesi yang ia sandang?
Guru? Polisi? Pejabat? Dokter? .. whehehe pokok yang profesinya dekat hubungannya dengan misi sosial jadi bulan-bulanan orang teyus.

Enakan jadi apa ya? Programmer? :D

Udah ah, lagi puasa dan mau lebaran. Maaf ya pak pejabat, Bapak kita rasani terus… Enak donk, Bapak jadi banyak pahala :p. Lo iri juga! Ah penyakit manusia —

September 29, 2005

Pesan Tentang Dakwah

x: Eh ya, gimana perkembangan rencana ****** yang dulu?

y: Masih menunggu ijin dari Bapak ******. Bapaknya sibuk terus, mungkin besok bisa diusahakan tanggapan pastinya.

x: O..ya gpp. Serahkan semua sama Allah. Allah yg memberi, Dia juga yg menahan. Dan atas segala sesuatu Dia Maha Kuasa. Allah tidak akan menanyakan hasilnya. Tapi, apa usaha kita untuk agama Allah ini, jika tidak berhasilpun Insya Allah Allah udah mencatatnya sbg amal sholih…. Tidak perlu kecewa atau putus asa, perjuangan harus ttp sampai kapanpun. Masih banyak ladang dakwah yg menunggu kita.