April 29, 2006
Pelit Perhatian?
Setiap orang mempunyai moment bahagia. Moment bahagia itu sangat relatif tergantung pada cara menyikapi orang tersebut. Dan sedalam apa orang tersebut bahagia sulit sekali bisa dirasakan oleh orang lain. Beberapa orang yang menyadari ini bersikap nrimo terhadap perhatian orang lain. Ada yang memperhatikan Alhamdulillah, tidak ada yang memperhatikan OK OK aja.
Tapi sekaku apapun orang bersikap seperti ini, ketika ada yang berempati meski hanya dengan kata-kata, ada signal-signal yang meletup dalam kebahagiaannya and he really want to say “Muah muah, makasih teman!! Kok bisa tahu siii hik hik hik”. Yang patut diperhatikan adalah, ketika teman-teman tadi sedang bahagia apa kita masih bisa meluangkan waktu untuk berbalik memberi perhatian kepada mereka? Hehe, apalagi aku, ingat aja nggak :p.
Memang terlalu banyak orang baik di sekitar kita. Menuh-menuhin memori otak memang kalo mau mengingat-ingat kapan kita harus membalas jasa mereka. Apalagi kalo si pemberi perhatian yang lalu orang yang tidak terlalu dekat dengan kita. Nah, mending tidak usah pilih-pilih kali ya, gak usah mengingat-ingat kapan dan kepada siapa saja kita harus membalas perhatian. Yeah, to everyone let us learn how to make them happy!


0 komentar »
Isi Komentar