March 11, 2006
Terapi “setengah isi”
Diceritakan oleh dosen Pengantar Manajemen di Semester 1 dulu (eh ada juga ding di bukunya mbak ernie yang sering ngasih aku resep masak ^_^) seperti ini:
Seorang mentor menuangkan air ke dalam gelas sampai memenuhi setengah dari isi gelas tersebut, lalu ditanyakan kepada peserta pelatihan, “Apa yang anda lihat di gelas ini?”. Hampir semua peserta menyebutnya “Gelas itu setengah kosong!”, jarang yang menyebutnya “Gelas itu setengah isi!”. Hehe termasuk aku juga waktu ditanyain dosenku. Ini menandakan cara berpikir yang kurang optimis.
Seperti waktu nyari dosen Pembimbing Kerja Praktek 3 minggu lalu, hampir semua dosen di list pembimbing KP menolak ngasih bimbingan soalnya dah full. Kirain boking dosennya pas masuk kuliah, eh ternyata kelas pagi dah berbondong-bondong kerja praktek sewaktu libur kuliah. Trus dari sekian dosen ada 1 yang masih belum ditanyain dan belum kenal pula, spontan aku nanyanya kayak gini “List bimbingan KP punya Bapak sudah penuh ya???”. Na kan, pesimis deh. Padahal lo bapaknya masih bisa ngasih bimbingan :p.
Trus aku ingat-ingat lagi, ternyata dulu-dulunya aku sering membuat kalimat-kalimat senada.
Akhirnya kuputuskan untuk menjalani terapi merubah cara berpikir “setengah kosong” menjadi “setengah isi”, dan lumayan juga lo bikin tambah PD


Hmm… Lumayan buat motivasi diri sendiri. Nice posting…!!!
Thxz anyway.
Ho | March 15, 2006 @ 2:43 pm