February 27, 2006
To do list
Salah satu kebiasaan burukku menumpuk perkerjaan
Tapi dalam sebuah kuliah, aku berbincang-bincang dengan wajah baru mahasiswa kelas pagi yang cukup vokal anaknya. Tak perhatiin di loose leaf lembar pertamanya ada tulisannya yang cukup jelek (biasalah tulisan cowok :p) catatan bulan 1 sampai bulan 12. Isinya gak banyak, misal bulan Maret tanggal 13 “panitia seminar ASP.NET”, tanggal 15 “bla bla bla”. Trus aku komentar, “Apa tu?? Telaten banget nulis beginian!”. “Iya biar inget, kebiasaan baik seperti ini jangan diilangin. “. Waaaah, masak aku kalah dengan cowok ini yang tidak membutuhkan PDA atau buku agenda tersendiri untuk membuatnya lebih disiplin!.
Na, akhirnya pelan-pelan aku coba lagi. Dan ini cukup membantuku, karna ketika aku mengerjakan pekerjaan A, tidak perlu pusing lagi dengan pekerjaan B, karena sudah punya porsi waktu tersendiri sehingga jika aku cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan A, pekerjaan B akan bisa segera ditangani. Apalagi jika sudah banyak yang dikasih tanda centang, waah jadi semakin tenang dan kayak ngerjain soal ujian aja, oo tinggal segini yang belum tak kerjain dan sebentar lagi aku akan bersenang-senang
. Membuat to-do-list menurutku tidak perlu setiap hari, jika dalam hari itu hanya mengerjakan pekerjaan rutin biasa. Karena hanya akan membuang-bunag waktu membuat sebuah rencana yang sudah menjadi kebiasaan.
Bagusnya lagi, to-do-list bisa dijadikan bukti untuk bosku yang sering curiga aku banyak main-main di kantor heheh… emang iya sih ^_^. So, selamat mencoba bagi anda yang juga punya sarang laba-laba di kepala


