September 7, 2005
Ketika kita menjadi pengamat sebuah film, kita akan dengan mudah berkomentar bahwa kisah yang diangkat dalam cerita tersebut terlalu klise. Wajar kalau kita sampai berkomentar seperti itu. Salah satu faktornya adalah rasa bosan. Kalau dahulu suatu peristiwa dianggap begitu
menakjubkan, begitu memilukan, begitu menyentuh hati, kalau tidak ada peningkatan dalam pembungkusan peristiwa tersebut pasti menjemukan bukan?. Sekarang saja tayangan seperti Taubat, Rahasia Illahi, Astaghfirullah yang menceritakan kisah orang-orang yang dalam hidupnya sesat ketika prosesi penguburan begitu banyak peristiwa aneh misal mayat meloncat sendiri atau tubuh berubah menjadi kera, begitu menjamur dan tidak lagi membuat pemirsa terketuk pintu hatinya. Sampai-sampai kepikiran, “Wah kok banyak banget sih cerita-cerita kayak gini. Jangan-jangan karena kejar tayang jadi dibuat2″. Wah prasangka buruk deh. Tapi gak tau lagi faktanya,Wallahualam.
Na, lain di ucapan lain di perbuatan. Jadi ingat ketika seorang teman menanyakan sebuah masalah, aku berkomentar sekenanya. Karena memang yang dia tanyakan bisa tergolong masalah yang klise. Masalah-masalah yang seringkali didengar akhir-akhir ini. Tapi dia menyangkalnya dengan berkomentar:
tidak sesimple itu
Oh ya?!! Kenapa? Karena memang saya yang diminta solusi tidak mengalami hal ini, atau masalah ini tidak menimpa orang-orang terdekat saya. Jadi, sulit berbicara “klise” pada peristiwa yang dialami diri sendiri.
Eh ya, aku pun punya kisah sederhana seperti yang dialami oleh temanku. Kadangkala ragu untuk bercerita meminta opini ke teman tentang kisah sederhanaku. Ntar dibilang klise, heheh. Memang sederhana tapi berputar-putar di otakku. Hahahha.Nah lo, kena batunya salah sendiri kok gampang banget berkomentar “klise”.
Sebenarnya Allah Yang Maha Kuasa menciptakan hidup kita sebuah kisah yang menakjubkan. Mungkin terasa sederhana, tapi tersimpan berjuta hikmah bagi yang pandai-pandai mengambil hikmah dari peristiwa pribadinya.